Jalan Rusak Antar Dusun di Mojokerto Viral, Becek saat Hujan dan Berdebu saat Kering

Photo Author
Deni Lukmantara, Kabar Mojokerto
- Selasa, 29 April 2025 | 16:22 WIB
Kondisi jalan penghubung antar dusun di desa Parengan, Kecamatan Jetis, Mojokerto. (Deni Lukmantara)
Kondisi jalan penghubung antar dusun di desa Parengan, Kecamatan Jetis, Mojokerto. (Deni Lukmantara)

Kabar Mojokerto- Sebuah video yang memperlihatkan jalan rusak parah antar dusun di Mojokerto viral di media sosial. Jalan penghubung antara Dusun Sido Duwur dan Dusun Gondang, Desa Parengan, Kecamatan Jetis, tampak dalam kondisi memprihatinkan.

Ketika hujan turun, jalan berubah menjadi lumpur licin, sementara saat kemarau, debu beterbangan dan mengganggu pengendara.

 

Pantauan Kabar Mojokerto di lokasi, Selasa (29/4/2025), kondisi jalan didominasi oleh tanah merah yang mengeras tidak merata, dipenuhi lubang-lubang besar yang kalau hujan datang tergenang air. Di beberapa titik, terlihat jejak ban kendaraan yang terperosok. Tak sedikit pengendara motor berjalan zig-zag untuk menghindari lubang.

 

"Itu kemarin diuruk sama warga pakai tanah karena jalannya berlubang. Karena hujan jadinya becek. Ada beberapa orang lewat sini sering jatuh. Tapi kalau kering, debunya sampai masuk rumah,” ujar Yoyok, warga setempat, saat ditemui di lokasi.

 

Yoyok mengatakan kerusakan jalan sudah terjadi sejak lama. Terakhir kali jalan diperbaiki oleh pihak terkait pada tahun 2010. Setelah itu, perbaikan hanya dilakukan swadaya oleh warga.

 

“Beberapa kali kami uruk pakai tanah urug hasil patungan warga. Tapi ya nggak bertahan lama. Habis hujan dikit, rusak lagi,” tambahnya.

 

Jalan ini, kata Yoyok, merupakan satu-satunya akses utama bagi warga dua dusun untuk beraktivitas, seperti sekolah, bekerja, ke pasar hingga ke fasilitas kesehatan. "Mau nggak mau harus lewat sini. Ada alternatif lain tapi berputar sekitar 10 kilometer," jelasnya.

 

Warga berharap pemerintah Kabupaten Mojokerto atau pihak terkait segera turun tangan memperbaiki jalan tersebut secara permanen. Mereka khawatir kondisi ini bisa berdampak lebih luas, termasuk memperlambat respons darurat jika sewaktu-waktu diperlukan.

Editor: Deni Lukmantara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jadwal Buka Puasa Mojokerto 20 Februari 2026

Jumat, 20 Februari 2026 | 10:34 WIB

Kota Mojokerto Jadi Daerah Terpadat Ketiga di Jatim

Rabu, 15 Oktober 2025 | 13:35 WIB
X